
Senin, 30 Maret 2026 - Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SMP Negeri 08 Semarang pagi ini. Usai pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung tertib, agenda tidak langsung beralih ke ruang kelas. Sebaliknya, sebuah momen penuh haru dan kehangatan tersaji dalam tradisi Halalbihalal keluarga besar sekolah.
Momen ini menjadi puncak perayaan Idulfitri di lingkungan sekolah, di mana seluruh siswa, guru, serta Tenaga Kependidikan (GTK) berbaur dalam barisan panjang untuk saling memaafkan. Di bawah sinar matahari pagi yang cerah, para siswa dengan rapi membentuk barisan mengular. Satu per satu, mereka melangkah mendekati deretan guru dan staf kependidikan yang telah berdiri menyambut dengan senyum tulus. Isak tangis haru sesekali pecah saat siswa menyalami dan mencium tangan para pendidik, memohon maaf atas segala khilaf yang mungkin terjadi selama proses belajar mengajar.
"Ini bukan sekadar ritual tahunan. Halalbihalal adalah cara kami menanamkan karakter rendah hati kepada siswa. Meminta maaf dan memberi maaf adalah fondasi utama dalam membangun hubungan baik di sekolah," ujar salah satu guru senior di SMPN 08 Semarang. Setelah menyalami para guru, barisan pun melingkar hingga mempertemukan siswa dengan rekan sejawatnya. Tawa ringan dan pelukan persahabatan mewarnai lapangan. Tidak ada sekat antara kakak kelas maupun adik kelas semua melebur dalam semangat kefitrahan.
Tradisi ini dianggap penting sebagai sarana rekonsiliasi. Jika sebelumnya sempat ada perselisihan kecil atau salah paham saat bermain maupun belajar, momen Halalbihalal inilah yang menjadi titik balik untuk memulai lembaran baru yang lebih harmonis. Kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh keluarga besar SMPN 08 Semarang senantiasa diberikan keberkahan dan kekuatan untuk terus mencetak prestasi di masa depan. (Klik Untuk Melihat Foto Lainnya)