Tanamkan Budaya Damai, Mahasiswa PPL BK UPGRIS Gelar Bimbingan Kelompok Non-Kekerasan


 

Selasa, 24 Februari 2026 - Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas dari tindakan perundungan (bullying), Nur Afifah, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tahun 2025, melaksanakan penelitian tindakan melalui layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 8 Semarang.

Penelitian ini memfokuskan pada penggunaan teknik diskusi untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai sikap non-kekerasan dalam bingkai sikap saling menghormati. Berbeda dengan metode ceramah satu arah, Nur Afifah menggunakan teknik diskusi kelompok yang memungkinkan siswa untuk saling bertukar pikiran dan beradu argumentasi secara sehat. Melalui layanan bimbingan kelompok ini, siswa diajak untuk menganalisis berbagai fenomena sosial dan dampak negatif dari perilaku kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.

"Tujuannya adalah agar siswa tidak hanya tahu apa itu kekerasan, tetapi benar-benar memahami bahwa menghargai orang lain adalah fondasi utama dalam berinteraksi," ujar Nur Afifah di sela-sela kegiatannya.

Layanan bimbingan kelompok ini mendapatkan respon positif dari para siswa. Suasana diskusi yang cair membuat peserta didik lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat serta pengalaman pribadi mereka terkait hubungan pertemanan di sekolah.

Dengan adanya inisiatif dari mahasiswa PPL UPGRIS ini, SMP Negeri 8 Semarang optimis dapat terus menjaga iklim belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa hormat antar sesama warga sekolah.