
Kamis, 12 Maret 2026 – Deru ombak teknologi digital yang kian kencang tak lantas membuat SMP Negeri 08 Semarang hanyut begitu saja. Menyadari bahwa gawai kini telah menjadi "sahabat karib" bagi para remaja, sekolah yang terletak di jantung Kota Semarang ini mengambil langkah strategis dengan memperkuat fondasi karakter Islami bagi para siswanya. Di tengah maraknya fenomena cyberbullying hingga paparan konten negatif, SMPN 08 Semarang hadir dengan pendekatan yang humanis namun religius.
Melalui rangkaian program rutin, sekolah berupaya menanamkan pemahaman bahwa kecerdasan intelektual di dunia digital harus berjalan selaras dengan kemuliaan akhlak. Setiap pagi, sebelum jari-jemari siswa mulai menari di atas layar ponsel untuk mengerjakan tugas, suasana sekolah terlebih dahulu dibasuh dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an. Pembiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya membentuk ketenangan batin agar siswa memiliki "filter" alami dalam menyerap informasi.
Kepala SMP Negeri 08 Semarang dalam keterangannya menyampaikan bahwa tantangan terbesar guru saat ini bukan lagi mengajarkan cara menggunakan teknologi, melainkan bagaimana menjaga etika di dalamnya. "Dunia digital adalah ruang tanpa batas. Tanpa bekal karakter Islam yang kuat, anak-anak kita bisa kehilangan jati dirinya. Kami ingin mereka menjadi muslim yang moderat, cerdas, dan tetap santun di media sosial," tuturnya.
Salah satu sorotan utama dalam penguatan karakter ini adalah penerapan konsep Tabayyun dalam berinternet. Siswa diajarkan untuk tidak serta-merta menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mereka dilatih untuk berpikir kritis sekaligus bertanggung jawab atas setiap narasi yang mereka bangun di ruang publik. Bukan hanya teori, para siswa juga didorong untuk melakukan "Dakwah Digital" kecil-kecilan. Alih-alih menggunakan media sosial untuk pamer atau berkomentar buruk, mereka diajak untuk menyebarkan pesan-pesan positif, kata-kata motivasi Islami, hingga konten kreatif yang menginspirasi kebaikan.
Melalui penguatan karakter ini, SMPN 08 Semarang berharap dapat melahirkan generasi emas yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga memiliki akar agama yang kuat. Sekolah meyakini bahwa ketika nilai-nilai Islam sudah meresap ke dalam sanubari, maka teknologi digital akan bertransformasi menjadi wasilah atau sarana menuju kemaslahatan, bukan kemudaratan. Dengan semangat "Smart & Religious", SMPN 08 Semarang membuktikan bahwa menjadi modern tidak harus meninggalkan nilai-nilai religi, dan menjadi religius bukan berarti tertinggal oleh zaman. (Klik Untuk Melihat Foto Lainnya)