
Kamis, 30 April 2026 – Memasuki era digital yang kian kompleks, SMP Negeri 8 Semarang mengambil langkah proaktif dalam melindungi siswanya dari ancaman dunia maya. Bertempat di Ruang Kepala Sekolah, telah dilaksanakan sosialisasi edukasi keamanan digital bertajuk "Swipe Safe" yang ditujukan bagi Paguyuban Orang Tua (POT) kelas 7. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SMP Negeri 8 Semarang, Bapak Bani Haris, S.Ag., M.Si. yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan rumah dalam mengawal perilaku digital siswa.
Dua guru Informatika sekolah setempat, Bapak Bagus dan Ibu Pradini, hadir sebagai narasumber utama. Dalam sesi pertama, Bapak Bagus memaparkan realita tantangan digital saat ini. Beliau membedah berbagai kasus siber yang kerap menyasar kalangan remaja, mulai dari penipuan daring hingga bahaya jejak digital yang tidak terhapus. "Keamanan digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Kita ingin memastikan bahwa siswa kelas 7 yang baru mulai aktif di dunia digital memiliki proteksi yang memadai, dimulai dari pemahaman orang tua di rumah," tegas Bapak Bagus.
Melanjutkan paparan tersebut, Ibu Pradini menyoroti peran sentral orang tua sebagai pendamping utama anak. Beliau menjelaskan bahwa pengawasan bukan berarti mengekang, melainkan mengarahkan agar anak mampu membedakan konten yang bermanfaat dan yang berisiko.
Untuk mempermudah pendampingan tersebut, Ibu Pradini memberikan simulasi dan demo aplikasi "Swipe Safe" . Aplikasi ini diperkenalkan sebagai alat bantu bagi orang tua untuk memantau durasi penggunaan perangkat secara sehat, menyaring konten negatif secara otomatis serta membangun dialog terbuka antara anak dan orang tua mengenai aktivitas digital mereka.
Pemilihan ruang Kepala Sekolah sebagai lokasi sosialisasi menciptakan dialog yang intim dan eksklusif, memungkinkan para perwakilan orang tua untuk berkonsultasi langsung mengenai kendala yang dihadapi dalam mendampingi anak di rumah. Bapak Bani Haris, S.Ag., M.Si. berharap melalui kegiatan ini, Paguyuban Orang Tua kelas 7 dapat menjadi perpanjangan tangan sekolah dalam menciptakan ekosistem belajar yang aman. "Dengan Swipe Safe, kita ingin anak-anak SMP Negeri 8 Semarang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga bijak dan aman dalam berinteraksi di ruang digital," pungkas beliau. (Klik Disini Untuk Melihat Foto Lainnya)