Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, berubah menjadi lautan warna dan gerak gemulai pada Minggu pagi. Tepat pukul 06.00 WIB, sekitar 25.000 penari dari berbagai elemen masyarakat berkumpul untuk menggelar pertunjukan kolosal Festival Tari Dug Dug Der Semarang 2026.
Pergelaran seni megah ini diselenggarakan untuk memperkenalkan karya seni dan ikon budaya baru yang terinspirasi dari tradisi sejarah lokal Semarang, Dugderan. Menggabungkan unsur kebudayaan lokal dengan semangat nasionalisme, perhelatan massal ini sekaligus menjadi rangkaian agenda utama dalam menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Irama musik etnik yang berpadu dengan ketukan khas membahana di kawasan jantung Kota Semarang, mengiringi setiap kekompakan langkah dan ayunan tangan para peserta. Ribuan warga yang memadati area Simpang Lima tampak antusias menyaksikan harmoni visual yang disajikan di area terbuka tersebut.
Di antara puluhan ribu peserta yang memadati lapangan, semangat luar biasa ditunjukkan oleh perwakilan pelajar daerah. Sebanyak 50 murid dari SMP Negeri 8 Semarang turut ambil bagian secara langsung sebagai penari, tampil energik dalam balutan busana khas festival. Keikutsertaan generasi muda ini menjadi wujud nyata pelestarian seni budaya sejak dini.
Melalui penyelenggaraan Festival Tari Dug Dug Der 2026 ini, Pemerintah Kota Semarang beserta seluruh elemen masyarakat berharap tarian ikonik baru ini dapat terus dilestarikan dan memperkuat daya tarik pariwisata serta identitas budaya Kota Semarang di tingkat nasional.
Tertanda,
Redaksi Warta Sekolah