.png)
Suasana khidmat menyelimuti halaman utama SMP Negeri 8 Semarang pada Rabu pagi. Ratusan siswa, guru, beserta staf karyawan berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118.
Upacara yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB ini mengusung tema nasional yang berfokus pada penguatan digitalisasi dan semangat bangkit bersama menuju Indonesia Emas. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Kepala SMP Negeri 8 Semarang menyampaikan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI di hadapan seluruh peserta.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara menekankan pentingnya merefleksikan perjuangan para tokoh pendiri Boedi Oetomo pada tahun 1908 silam. Semangat persatuan tersebut kini harus ditransformasikan oleh generasi muda—khususnya para siswa—dalam bentuk penguasaan teknologi yang positif, inovasi, serta peningkatan prestasi akademik maupun non-akademik.
"Kebangkitan nasional hari ini bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan bagaimana kita berjuang melawan kebodohan dan menjawab tantangan zaman digital. Siswa-siswi SMP Negeri 8 Semarang harus menjadi motor penggerak kemajuan dengan literasi digital yang baik dan karakter yang kuat," Ujar Kepala Sekolah saat menyampaikan amanatnya.
Ada yang berbeda pada pelaksanaan upacara tahun ini. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMP Negeri 8 Semarang tampil memukau dengan formasi barisan yang rapi dan presisi, mengundang decak kagum dari seluruh peserta upacara. Selain itu, tim paduan suara sekolah turut membakar semangat nasionalisme melalui lagu-lagu patriotik seperti "Satu Nusa Satu Bangsa" dan "Bangun Pemudi Pemuda".
Setelah prosesi pengibaran bendera merah putih selesai, upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan bangsa dan negara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh warga sekolah serta pengumuman penghargaan bagi siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi nyata atas semangat "kebangkitan" di lingkungan internal SMP Negeri 8 Semarang.
Tertanda,
Redaksi Warta Sekolah