.jpeg)
Semarang, 4 Mei 2026 - Pemandangan penuh warna menghiasi lapangan upacara SMP Negeri 08 Semarang sejak pagi tadi. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, sekolah ini memilih untuk menanggalkan seragam harian dan menggantinya dengan kemegahan pakaian adat Nusantara. Langkah ini diambil sebagai simbol bahwa pendidikan dan kebudayaan adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk karakter generasi penerus.
Peserta upacara yang terdiri dari siswa-siswi kelas 7 dan 8, serta seluruh jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), tampak begitu antusias. Kehadiran para guru dengan busana tradisional yang lengkap menjadi teladan nyata bagi siswa dalam menghargai identitas nasional. Meski mengenakan kain jarik, beskap, hingga kebaya yang cukup detail, seluruh peserta tetap mengikuti prosesi upacara dengan penuh kedisiplinan dan kekhidmatan.
Selain merayakan Hardiknas, upacara ini juga menjadi kado istimewa bagi Hari Jadi Kota Semarang yang ke-479. Semangat para pahlawan pendidikan dipadukan dengan rasa cinta terhadap Kota Atlas, menciptakan atmosfer patriotisme yang kental di lingkungan sekolah.
"Momen Hardiknas tahun ini terasa sangat spesial bagi kami di SMP Negeri 8 Semarang. Dengan mengenakan pakaian adat, kami ingin menanamkan pesan kepada siswa bahwa untuk menjadi pintar dan inovatif, kita tidak boleh tercerabut dari akar budaya sendiri, apalagi saat ini kota tercinta kita, Semarang, juga sedang merayakan hari jadinya yang ke-479," ujar salah satu tenaga kependidikan di sela-sela kegiatan.
Melalui upacara Hardiknas ini, SMP Negeri 8 Semarang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi pendidikan melalui kurikulum Merdeka Belajar. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan Indonesia dan kejayaan Kota Semarang di masa depan. (Klik disini untuk meluhat foto lainnya)